Oct 4, 2010

:: Bebek atau Itik ::

Bebek atau itik?


Dua kata tadi sebenarnya mengacu pada makhluk yang sama. Sebangsa unggas yang kakinya berselaput, badannya sekilas seperti botol, kalau berjalan juga megal-megol (dengan ekor digoyang) dan selalu hidup berkelompok, digembala dari satu tempat ke tempat lainnya. Mengikut apa yang dititahkan oleh pemelihara atau pimpinannya, ke sungai oke, ke sawah oke, dan jika hari sudah senja ya harus pulang ke kandang.

Bebek atau itik?

Istilah ‘bebek’ mungkin muncul dari onomatopoeia atau berdasarkan bunyi yang terdengar seperti ‘wek, wek, wek’. Di beberapa wilayah ada yang menyebutnya dengan istilah uwek atau malah bebek uwek, bahasa Jawapun menyebutnya dengan bebek. Dalam bahasa Inggris disebut bunyinya quack, quack, quack, tapi akhirnya yang keluar adalah duck.
Bebek sendiri ya itu tadi, keluar dari kata wek, wek, wek atau kwek, kwek. Tapi bagaimana dengan istilahitik? Apakah dari kata tik, tik, tik? Wallahualam.
Yang jelas pernah saya bertemu dengan rombongan asal Aceh waktu masih mahasiswa dulu, mereka punya teman bernama Fitri yang cantik dan agak kebule-bulean wajahnya.
“Dia tu dipanggil itik, ya….bebek lah kalau disini”
Gara-gara itupun saya mikir, bebek apa itik sih sebetulnya?
Dalam buku pelajaran bahasa Indonesia sendiri acap disebut itik, dibandingkan kata bebek seperti misalnya Itik alabio, itik jambul, itik Bali, itik manila (menthog) dan tik-tok (campuran itik biasa dan itik manila), dan juga dalam kisah klasik seperti Itik buruk rupa, bukan bebek buruk rupa. Tapi dalam banyak lagu anak-anak malah kata bebek yang sering disebut, seperti

Potong bebek angsa, masak dikuali
Mama minta dansa, dansa tiga kali
Sorong ke kiri, sorong kekanan
Lalalalalalaaa…

Demikian pula kata bebek ini dipakai dalam kata kerja menjadi sesuatu yang negatif, membebek yang maksudnya mengikut atau ikut-ikutan tanpa tahu resikonya.

Bebek atau Itik?

Kata itik digunakan meluas di Pulau Sumatera, Semenanjung Malaya, Singapura hingga Kalimantan (sebagian). Sedangkan kata bebek digunakan mulau Pulau Jawa hingga Indonesia Timur (dalam bahasa Madura disebut ettek), dan kurang familier dengan kata itik, demikian pula sebaliknya. Malahan kata itikdalam bahasa Jawa Krama (Halus) justru mengacu pada makhluk kecil yang suka mengganggu dan hobi tinggal di rambut kita kalau tidak dirawat baik-baik…ya, dialah kutu rambut.

Contoh :
Rambute akeh tumone (ngoko/kasar) = rambutnya banyak kutu
Rigmanipun kathah itikipun (krama) = sama makna dengan diatas

Donald Duck pun diterjemahkan dengan Donal Bebek atau Bebek Donal, bukan Donal Itik atau Itik Donal. Kalau di Jawa dan Indonesia Timur disebut nasi bebek, apa di Sumatera dan Kalimantan disebut nasi itik? Yang jelas kata bebek lebih lazim dipakai, terlebih di berbagai media dibanding kata itik, dan semua itu tergantung dari tradisi, mana yang dipakai…terserah saja. Lain lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalangnya...

2 : potpetpotpet:

L@g3nd@ buD@k N@k@L said...

kelakar jer bunyi...adehhh

Farien said...

LBN : tue rr... haha